//
you're reading...
MY JOURNAL

[MY] Legenda Pulau Gili’s

Salah satu kegiatan yang menarik untuk dilakukan ketika kita berkunjung ke suatu tempat, adalah mengorek cerita rakyat, mitos maupun legenda di tempat tersebut. Hal itu pula yang saya coba lakukan dalam perjalanan saya ke pulau Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air atau yang sering disebut “The Gili’s” pada awal April 2010 (cerita jadul nih topiknya…).

Saat itu saya mengunjungi Gili Meno dan sedang jalan kaki berkeliling di pulau tersebut. Di tengah jalan saya bertemu dengan seorang kakek bersama 6 cucunya. Mereka sedang berjalan menuju ke sebuah danau di pedalaman Gili Meno untuk memancing. Kakek ini punya hobi mancing dan tampaknya dia sedang mewariskan hobinya tersebut kepada cucu-cucunya.

Informasi dari si kakek, dinamakan pulau Gili Air karena hanya di Gili Air lah ditemukan air tawar. Sementara di dua Gili lainnya semua air sumur rasanya payau. Sementara dinamakan Gili Meno karena di pulau tersebut terdapat danau (Meno = Danau? Apakah ini berasal dari Bahasa Bugis atau apa ya?). Itu salah satu versinya. Versi lain cerita tentang Gili Meno saya tulis di bagian akhir tulisan ini. Sedangkan dinamakan Gili Trawangan karena di pulau tersebut ada goa (trowongan) atau ada bukit sehingga dapat melihat dengan jelas keadaan sekitar pulau (nggak tahu deh mana yang bener… hehe…).

Di Gili Meno terdapat danau yang cukup besar (tempat si kakek dan cucu-cucunya memancing). Danau ini rasanya asin (bukan payau lho), bahkan kata cucu-cucu si kakek tadi rasanya lebih asin daripada air laut (memang asin banget, saya sempet mencicipi kok hehe..). Keadaan danau ini saat itu sangat sepi, tidak ada kegiatan apa-apa. Tidak ada turis yang mandi / berenang di sini maupun penduduk lokal yang memanfaatkan danau ini, kecuali cucu-cucu si kakek tadi yang memancing. Ikan yang menghuni danau ini kebanyakan adalah ikan mujahir (tapi bentuknya agak sedikit beda dengan mujahir air tawar).

Sepinya keadaan di sekitar danau membuat banyak burung yang hinggap di pohon-pohon bakau yang tumbuh di sekitar danau tersebut. Saya sempat melihat ada seekor elang terbang mendarat di atas pohon bakau. Suasana di sekitar danau sangat nyaman untuk beristirahat atau duduk-duduk santai. Selain teduh karena rindangnya pepohonan, angin pun tak henti bertiup dengan sejuknya (akibatnya saya merasa malas melanjutkan jalan kaki berkeliling pulau karena cuaca di pulau tersebut sangat panas menyengat).   Sayang sekali.. keindahan danau ini belum dimanfaatkan untuk obyek wisata utama pulau ini.

Memancing ikan di danau ini tak butuh waktu lama. Cucu-cucu si kakek tadi dengan cepat menndapatkan 20 – 30 Ikan Mujahir. Lalu mereka segera mencari daun kelapa kering, ranting kering maupun sabut kelapa kering di dekat danau untuk dijadikan kayu bakar. Iyaa! mereka langsung membakar ikan tersebut di pinggir danau dan menyantapnya sebagai makan siang.. Tampak nikmat sekali..!

Danau air asin di Gili Meno ini juga mempunyai mitos tersendiri yang cukup menyeramkan. Mungkin adanya mitos seram tersebut yang menyebabkan danau ini tidak dikelola menjadi obyek wisata. Mitos tersebut antara lain adanya buaya putih (jadi-jadian/siluman) yang menjaga danau ini. Beberapa penduduk mengaku pernah melihat buaya putih ini.

Mitos lain, kata orang-orang tua di Gili Meno, bila setelah kita melihat danau tersebut lalu berpendapat bahwa danau tersebut luas maka usia kita akan panjang. Dan sebaliknya bila berpendapat danau tersebut kecil maka usianya pun akan pendek. Walah.. si kakek tadi baru ngomong hal ini setelah nanya pada saya “menurut adik danau ini luas atau tidak?” Saya jawab diplomatis “kalau dibandingkan dengan ukuran pulau ini, maka danau ini luas. Tapi kalau di Jawa, ini tidak disebut danau tapi telaga (maksud saya tidak luas). Setelah saya jawab begitu, si kakek tersebut baru bercerita tentang kaitan jawaban dengan usia yang menjawab… semprull..!

Konon di dasar danau ini terdapat jalur / terowongan yang menghubungkan danau ini dengan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani. Pendapat ini muncul karena air danau ini dan Segara Anak sama-sama asin. Jenis ikannya pun sama, hanya saja ikan di Segara Anak di Gunung Rinjani lebih besar. Selain itu pernah ada penyelam dari Australia yang melakukan penelitian di danau air asin ini dan menyelam ke dasar danau tetapi dia tidak muncul-muncul lagi di danau tersebut. Beberapa hari kemudian dia ditemukan telah tewas di Segara Anak Gunung Rinjani.

Cerita lain tentang asal usul penamaan 3 pulau ini juga saya dapatkan dari salah satu pekerja di Warung Ya Ya.   Dulu ada suami istri orang Banjar yang berlayar dan sesampai di sekitar pulau Gili’s kehabisan bekal air tawar sehingga kehausan. Karena kehausan mereka mendarat di pulau Gili Trawangan dan berusaha mencari air tawar, namun setelah berkeliling pulau tidak ditemukan air tawar yang dicari tersebut. Lalu mereka pun menyeberang ke Gili Meno tapi sama saja mereka tidak menemukan air tawar. Si istri sudah terlalu kehausan sehingga tidak ikut melanjutkan perjalanan mencari air tawar, hanya suaminya yang terus mencari air tawar. Nah saat kehausan itulah, si istri berteriak “meno… meno… meno..” yang artinya “minum.. minum.. minum..” Si suami pun segera melanjutkan pencariannya dengan menyeberang ke Gili Air. Nah di pulau tersebut akhirnya dia menemukan air tawar, sehingga pulau tersebut dinamakan Gili Air.

Itulah sebagian legenada, mitos ataupun cerita rakyat di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.  Menarik bukan?

Iklan

About The Traveler Post

I am not a backpacker. I am not a flashpacker. I am not an exporer. I am just an ordinary traveler from Indonesia who want to see the world before die... This is my email = thetravelerpost@gmail.com; My Facebook = thetravelerpost@gmail.com; My Facebook fan page = the traveler post

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 139,448 hit
Follow the traveler post on WordPress.com

Hotel Murah di Agoda.com

DAFTAR ISI TRAVELER POST

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 19 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: