//
you're reading...
INDONESIA

[INDO] Cara Mudah / Transportasi Ke Habitat Bunga Rafflesia – Bengkulu

Untuk Cara Mudah menuju ke Habitat Bunga Rafflesia di Bengkulu ini, kita akan memulai perjalanan dari Bandara Fatmawati, Bengkulu.

1. Dari Bandara Fatmawati Bengkulu, ada 2 cara menuju lokasi habitat bunga Rafflesia.
• Naik Travel “Avanza” dari Bandara tujuan ke Kepahiang. Tarif Rp.60 ribu (belum nyoba menawar).
• Naik bus atau Travel “Avanza” dari Pasar / Terminal Panorama tujuan Kepahiang. Biaya sekitar Rp.20.000 (tahun 2010). Untuk menuju Terminal Panorama ini, dari Bandara jalan kaki 200 meter ke arah jalan raya. Lalu naik angkot warna putih & bilang mau ke Terminal Panorama (sebelum naik Angkot di bengkulu kita harus nanya atau menyampaikan tujuan kita, barangkali sopirnya gak mau / malas lewat ke situ hehe..). Tarif Rp. 3.000.

2. Bilang ke sopir Travel / Bus-nya nanti turun di daerah Hutan Taba Penanjung, 300 – 500 meter dari jalan beraspal tertinggi /puncak. (karena setelah itu jalanan selalu menurun).

3. Atau telpon Pak Kholidin (0852 7369 3969) atau Pak Zul (0853 7721 5704) lalu berikan hp ke sopirnya supaya Pak Kholidin yang memberi petunjuk pada sopirnya. Supaya aman, nelponnya sebelum bus / travel berangkat yaa… Kalau nelpon setelah bus / travel mendekati lokasi dikhawatirkan membahayakan kendaraan dan melanggar lalu lintas (khan dilarang bicara dengan sopir). Kekhawatiran kedua adalah saat itu sudah masuk hutan sehingga tidak dapat menangkap sinyal hp.

4. Cara lain adalah perhatikan sebelah kiri jalan (setelah puncak), karena Pak Kholidin dkk biasanya memasang 2 spanduk. Yang pertama bertuliskan “Ada Rafflesia mekar” dan “Welcome to the Jungle of Rafflesia”. Ingat harus ada 2 spanduk tersebut. Sebab jauh sebelum sampai lokasi tersebut ada juga spanduk “welcome to the Jungle of Rafflesia”. Tetapi itu spanduk permanen, karena dipasang di pohon yang tinggi. Sedangkan spanduk Pak Kholidin tidak permanen. Dipasang ketika Pak Kholidin datang dan dicabut lagi ketika Pak Kholidin pulang ke rumah di sore hari.

5. Satu lagi yang perlu diperhatikan, kalau berangkat jangan pagi-pagi karena Pak Kholidin atau Pak Zul masih mengantar anaknya sekolah, jadi mereka belum datang dan memasang spanduk di lokasi. Usahakan paling cepat jam 10.00 sudah sampai di lokasi Taba Penanjung.

6. Oh ya.. Pak Kholidin ini lebih berkonsentrasi di satu wilayah. Misalnya dalam hutan itu ada area seluas 20 m2, ya bunga Rafflesia yang diurus Pak Kholidin selalu tumbuh di area itu. Saat itu saya melihat ada sekitar delapan bonggol besar dan kecil (bakalan Rafflesia) di dekat Bunga Rafflesia yang sedang mekar.

7. Untuk rute pulang, tidak perlu khawatir. Asalkan tidak pulang kesorean, kita dapat mencegat bus / travel yang datang dari Kepahiang dan menuju ke Kota Bengkulu.

8. Just info : travel yang lewat cukup banyak dan mayotitas tidak full terisi. Meskipun sudah ada kewajiban dari Pemda Bengkulu semua Travel harus menggunakan plat warna kuning tetapi masih banyak travel yang menggunakan plat hitam. Tapi masih ada tanda lain untuk mengenali kendaraan itu adalah “Travel” yaitu kalau ada Avanza plat hitam yang ngebut gak jelas dan agak “berani” (baca “ngawur”) itu pasti Travel, karena mereka sudah hapal jalan dan dikejar waktu juga untuk kembali ke rute sebaliknya.

9. Untuk bus relatif tidak terlalu banyak yang lewat. Ada bus berukuran besar dengan tujuan ke Padang atau Pekanbaru. Ada juga bus kecil. Bus kecil ini kebanyakan juga minim penumpang bahkan pernah lihat berisi 2 orang penumpang dari arah Bengkulu ke Kepahiang.

10. Tips lain : bawa air mineral botolan dan handuk kecil untuk keringat.

11. Tips terakhir : sebelum beli tiket pesawat atau booking hotel, sebaiknya kita menelepon Pak Kholidin lebih dulu.  Untuk menanyakan kapan Rafflesia mekar atau apakah ada info dari beliau bahwa bunga yang lebih besar akan mekar lagi beberapa minggu mendatang.

12. Jangan lupa memberi uang tip kepada Pak Kholidin / saudaranya yang mengantar anda turun ke lokasi Rafflesia (300 meter trekking). Besar nominalnya tidak ditentukan, sepantasnya saja. Banyak juga kok pengunjung anak SMA atau anak kuliahan. Tidak mungkin mereka memberi uang tip yang besar. Selain itu juga tidak terlalu jauh juga mengantarnya. Sepantasnya saja, untuk membantu biaya hidup Pak Kholidin dan menghargai usahanya untuk mencari dan memelihara bibit Rafflesia agar bisa mekar sempurna. Selain itu, Pak Kholidin dan adik-adiknya lah yang membuat dan merawat jalan setapak yang bila hujan pasti tanahnya akan susah dilewati bila tidak dipadatkan.

Bagaimana sahabat traveler?  Tertarik melihat langsung Bunga Rafflesia di habitat aslinya?

Iklan

About The Traveler Post

I am not a backpacker. I am not a flashpacker. I am not an exporer. I am just an ordinary traveler from Indonesia who want to see the world before die... This is my email = thetravelerpost@gmail.com; My Facebook = thetravelerpost@gmail.com; My Facebook fan page = the traveler post

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 147,826 hit
Follow the traveler post on WordPress.com

Hotel Murah di Agoda.com

DAFTAR ISI TRAVELER POST

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 19 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: